Deskripsi
# Ngaji kita sudah benar, tapi kok rasanya hambar?"
Kadang kita terlalu fokus memperbaiki cara baca—tajwidnya harus pas, makhrajnya benar, hafalannya cepat. Tapi kita lupa bertanya pada diri sendiri: "Apakah hati saya ikut membaca?"
Bisa jadi, bukan karena kurang belajar atau latihan, melainkan karena kita belum benar-benar meluangkan waktu untuk merasakan makna dan menghayati alunan ayatnya.
Mungkin yang kita butuhkan sekarang bukan sekadar kemampuan membaca dengan benar, tetapi ruang untuk menemukan kembali rasa dalam setiap ayat yang kita baca.
